25 Ribu Peserta Meriahkan Tajemtra 2026, Gus Fawait Ajak Warga Jalan Bersama

Redaksi

 


Detik Nusantara Jember - Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Tajemtra 2026 yang resmi diberangkatkan dari Alun-Alun Kecamatan Tanggul, Sabtu (5/9/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam gerak jalan tradisional yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Jember.


Peserta Tajemtra tahun ini datang dari beragam unsur, mulai masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah dan vertikal, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya. Mereka menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dari Kecamatan Tanggul menuju garis finis di Alun-Alun Jember.


Bupati Jember, Gus Fawait, hadir langsung untuk melepas para peserta. Kehadirannya tidak hanya menandai dimulainya perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga tradisi tahunan tersebut.


Dalam sambutannya, Gus Fawait mengajak seluruh peserta untuk menjaga kekompakan dan saling membantu sepanjang perjalanan. Menurutnya, Tajemtra memiliki makna yang melampaui sekadar kegiatan olahraga atau gerak jalan.


“Kalau ada yang semaput harus saling bantu, karena Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong,” ujar Gus Fawait.


Ia pun mengajak para peserta menikmati perjalanan dengan penuh kebersamaan hingga mencapai garis finis. “Yang jelas, kita akan berangkat bersama-sama. Kita jalan bareng-bareng,” katanya.


Antusiasme masyarakat terhadap Tajemtra 2026 terlihat dari jumlah peserta yang meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Jember, Tajemtra pada 2024 diikuti 15.155 peserta, kemudian meningkat menjadi 15.171 peserta pada 2025. Tahun ini, jumlah peserta mencapai 25.613 orang.


Lonjakan partisipasi tersebut menunjukkan bahwa Tajemtra masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat Jember. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai ajang olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan warga dari berbagai latar belakang.


Di sepanjang rute Tanggul hingga pusat Kota Jember, ribuan peserta berjalan dalam satu irama. Perbedaan latar belakang, profesi, dan kelompok melebur dalam perjalanan yang sama.


Tajemtra 2026 pun kembali menegaskan makna sebuah tradisi yang terus hidup karena dirawat bersama. Dalam langkah sejauh puluhan kilometer itu, semangat kemerdekaan tidak hanya diperingati, tetapi juga dirasakan melalui kebersamaan, persatuan, dan gotong royong.

(AR**)