Koramil Gading Turun ke Sawah, Dampingi Petani Tingkatkan Produksi Padi

2

 


Detik Nusantara Probolinggo - Kodim 0820/Probolinggo melalui jajaran Koramil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satunya dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk mendampingi dan mengawasi kegiatan pertanian masyarakat, Minggu (6/9/2026).


Di Kecamatan Gading, pendampingan dilakukan oleh anggota Koramil 0820-23/Gading di sejumlah lahan pertanian warga. Serma Firdaus mendampingi kegiatan pertanian di lahan milik Rasid (50), warga Desa Dandang. Sementara Sertu Idhar melakukan pendampingan pada lahan milik Ahmad (35), warga Desa Jurangjero.


Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proses budidaya tanaman padi berjalan dengan baik, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman.


Serma Firdaus mengatakan, setiap tahapan dalam proses pertanian memiliki pengaruh terhadap hasil panen. Karena itu, pendampingan dilakukan sejak tahap awal agar para petani dapat memperoleh hasil yang lebih optimal.


“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa memengaruhi hasil pertanian. Berangkat dari hal tersebut, kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” kata Serma Firdaus.


Menurutnya, ketahanan pangan nasional tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup, aman, dan bergizi.


Untuk memperkuat ketahanan pangan, diperlukan berbagai langkah yang saling mendukung, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, modernisasi sistem pengairan, pembangunan bendungan, hingga menjaga kondisi saluran irigasi. Penguatan infrastruktur pertanian juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.


Sementara itu, Sertu Idhar menilai ketahanan pangan memiliki posisi strategis bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk besar serta wilayah geografis yang luas dan beragam.


Menurutnya, ketahanan pangan bertumpu pada beberapa aspek penting, di antaranya ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, kemudahan akses masyarakat terhadap pangan, serta pemanfaatan pangan secara optimal.


Karena itu, seluruh sumber daya pertanian, mulai dari tenaga penyuluh hingga para petani, perlu bergerak bersama untuk meningkatkan produksi. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai potensi persoalan pangan di masa mendatang.


“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan seluruh sumber daya yang difokuskan pada peningkatan produksi, baik untuk saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.


Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui TNI terus mendorong pendekatan yang menyeluruh dalam mendukung sektor pertanian. Dukungan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyiapan lahan hingga proses pengolahan hasil pertanian.


Sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas maupun produktivitas pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.


“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(BR**)