NGOPI Bersama Pengusaha, Bupati Situbondo Ajak Dunia Usaha Garap Potensi Wisata dan Investasi

2

 


Detik Nusantara Situbondo - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak para pelaku usaha untuk bersama-sama memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ajakan tersebut disampaikan Mas Rio saat menghadiri kegiatan NGOPI atau Ngobrol, Gali Potensi, dan Inspirasi bersama para pelaku usaha di Pendopo Rakyat, Senin (31/8/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi dunia usaha, termasuk dalam menyampaikan berbagai persoalan dan hambatan yang dihadapi dalam menjalankan maupun mengembangkan bisnis.


Mas Rio mengatakan pemerintah daerah harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha. Dengan latar belakang sebagai pebisnis, ia mengaku memahami dinamika yang dihadapi pengusaha, baik ketika usaha berkembang maupun saat menghadapi kesulitan. Karena itu, ia menjamin Pemkab Situbondo memiliki komitmen untuk mendukung perkembangan dunia usaha agar dapat tumbuh secara maksimal, optimal, dan lebih luas. “Garansi saya kepada teman-teman adalah bisnis di Situbondo harus jalan maksimal, optimal, dan masif,” tegasnya.


Selain membuka ruang komunikasi, Mas Rio juga menekankan pentingnya transformasi pelayanan pemerintahan, terutama dalam proses perizinan. Menurutnya, pola pelayanan lama yang berbelit-belit harus ditinggalkan, sementara seluruh proses perizinan harus berjalan sesuai aturan dan sistem yang berlaku. Penerapan sistem *Online Single Submission* (OSS), kata dia, menjadi salah satu instrumen untuk menciptakan proses yang lebih transparan dan mencegah praktik-praktik yang menyimpang. “Enggak ada lagi istilah main bawah meja. Enggak ada meja-meja itu,” ujarnya.


Dalam forum tersebut, Mas Rio juga mengajak para pengusaha melihat berbagai peluang investasi yang tersedia di Situbondo, khususnya pada sektor pariwisata. Ia menyebut kawasan Pasir Putih, Baluran, Besuki, Panarukan, dan Jangkar sebagai wilayah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan kawasan Pelabuhan Lama Panarukan melalui kerja sama dengan Pelindo agar dapat menjadi kawasan wisata dan ekonomi. Selain itu, Pemkab Situbondo juga mendorong pengembangan konektivitas menuju Ijen Geopark melalui Kecamatan Arjasa, termasuk peluang menghubungkan wisata bahari, Baluran, hingga kawasan Ijen dalam satu jalur perjalanan.


Menurut Mas Rio, peningkatan kunjungan wisatawan akan menciptakan dampak berantai terhadap perekonomian daerah. Wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung ke destinasi wisata, tetapi juga menginap di hotel, membeli makanan dan produk lokal, serta membuka peluang investasi baru. Pengembangan bandara, kawasan heritage Besuki, hingga kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang untuk menghidupkan kembali konektivitas sejarah Anyer-Panarukan juga menjadi bagian dari strategi memperkuat daya tarik Situbondo. “Kalau sudah visit, maka dia pasti akan *spend* uangnya di Situbondo. Dia akan tinggal di Situbondo, membeli makanan, dan bisa investasi di Situbondo,” katanya.


Mas Rio menegaskan pembangunan ekonomi Situbondo tidak dapat hanya mengandalkan belanja pemerintah. Di tengah tantangan fiskal daerah setelah adanya pemotongan transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp400 miliar, peran investasi swasta menjadi semakin penting. Ia menyebut belanja pemerintah dan investasi sebagai dua sayap yang harus bergerak bersama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, ia mengajak para pengusaha memanfaatkan peluang investasi di Situbondo sekaligus memenuhi kewajiban pajak melalui mekanisme resmi. Melalui kegiatan NGOPI tersebut, Mas Rio berharap hubungan antara pemerintah daerah dan dunia usaha semakin erat, sehingga berbagai kendala, masukan, dan peluang investasi dapat dibahas bersama demi mendorong Situbondo tumbuh dan berkembang.

(AF**).