Detik Nusantara Probolinggo - Penolakan warga terhadap aktivitas peternakan ayam di Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus memanas. Warga menilai operasional kandang ayam yang berada dekat permukiman padat penduduk telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, Minggu (24/05/2026.
Keluhan utama warga adalah bau menyengat yang diduga berasal dari limbah peternakan ayam. Selain itu, wabah lalat yang semakin tidak terkendali disebut mengganggu aktivitas sehari-hari warga sekitar kandang.
“Baunya sangat menyengat, terutama malam hari. Banyak warga mengeluh sesak napas dan sekarang lalat masuk rumah terus,” ujar salah satu warga Dusun Krajan, Desa Jrebeng, yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mempertanyakan legalitas operasional kandang ayam tersebut. Mereka menduga aktivitas peternakan belum mengantongi izin lengkap, namun tetap dibiarkan berjalan oleh pihak terkait.
“Setahu saya cuma ada surat dari kecamatan saja. Makanya warga heran kenapa pihak DLH Kabupaten Probolinggo membiarkan operasional kandang ayam tetap berjalan,” Pungkasnya.
Keberadaan kandang ayam yang disebut berada dekat pemukiman padat penduduk turut memicu kecurigaan warga. Mereka menilai ada dugaan pembiaran dari pihak Kecamatan Wonomerto maupun DLH Kabupaten Probolinggo meski dampak lingkungan sudah banyak dikeluhkan masyarakat.
Bahkan, sejumlah warga menduga adanya kongkalikong antara oknum di Kecamatan Wonomerto, pihak DLH Kabupaten Probolinggo, dengan salah satu perangkat Desa Jrebeng berinisial SQ yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas kandang ayam tersebut.
“Warga curiga ada permainan karena sampai sekarang kandang tetap beroperasi. Padahal dampaknya jelas dirasakan masyarakat sekitar,” ungkap warga lainnya.
Menurut warga, aturan mengenai jarak minimal kandang ternak dengan rumah penduduk juga patut dipertanyakan. Sebab, lokasi kandang ayam dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Kekecewaan warga kini mulai mengarah pada langkah yang lebih serius. Selain berencana menggelar aksi demo, warga mengaku akan melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur agar dilakukan pemeriksaan langsung di lapangan.
“Kalau pemerintah kabupaten tetap diam, warga akan demo dan melapor ke DLH Provinsi Jawa Timur serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur supaya persoalan ini ditindaklanjuti,” Tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Wonomerto, DLH Kabupaten Probolinggo maupun perangkat Desa Jrebeng berinisial SQ terkait keluhan warga dan dugaan yang disampaikan masyarakat tersebut.
(BR**)
