Bukan Sekadar Jambore, Pramuka Lumajang Dorong Generasi Muda Peduli Masyarakat

Redaksi

 


Detik Nusantara Lumajang - Gerakan Pramuka di Kabupaten Lumajang tidak hanya dituntut menjadi wadah aktivitas kepemudaan, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dengan jumlah anggota aktif mencapai sekitar 158.815 orang, potensi tersebut dinilai cukup besar untuk menjawab berbagai tantangan generasi muda di daerah.


Hal itu mengemuka dalam Talkshow Jelita (Jelajah Informasi dan Berita) bertema “Sosialisasi Profile Organisasi Kepemudaan Pramuka Lumajang: Tanggap, Unggul, Handal” yang disiarkan Radio Suara Lumajang, Selasa (11/8/2026).


Sekretaris Cabang Kwarcab Pramuka Kabupaten Lumajang, Priyo Utomo, mengatakan pendidikan kepramukaan diarahkan untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan keterampilan dan kepedulian sosial anggota. Menurutnya, proses tersebut dilakukan melalui struktur organisasi yang berjenjang dari tingkat kwartir hingga gugusdepan.


“Kwarcab Pramuka Kabupaten Lumajang memiliki fokus utama pada pendidikan kepramukaan dengan struktur organisasi yang berjenjang. Jumlah anggota aktif Pramuka di Kabupaten Lumajang tercatat sekitar 158.815 anggota,” ungkap Priyo.


Besarnya jumlah anggota tersebut menjadi modal bagi Kwarcab untuk memperluas kegiatan pembinaan. Program yang dijalankan tidak hanya berupa latihan rutin, tetapi juga mencakup Jambore, Raimuna, pelatihan kepemimpinan, bakti sosial, kegiatan pelestarian lingkungan, wawasan kebangsaan, pengembangan kecakapan hingga kewirausahaan.


Andalan Humas Kwarcab Pramuka Kabupaten Lumajang, Fison Fahmi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anggota tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi memperoleh pengalaman yang dapat membentuk sikap dan kemampuan mereka.


“Pendidikan kepramukaan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki iman dan takwa, mencintai bangsa dan negara, peduli terhadap sesama, disiplin, tangguh, serta mandiri,” ujarnya.


Untuk memperluas dampak kegiatan, Kwarcab Pramuka Lumajang juga menggandeng berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, BNNK, sektor pertanian, puskesmas, sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren, organisasi kepemudaan hingga komunitas dan organisasi kemasyarakatan.


Kolaborasi tersebut menjadi penting karena persoalan yang dihadapi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal. Isu lingkungan, kesehatan, kebencanaan, kewirausahaan, hingga kepedulian sosial membutuhkan keterlibatan anak muda secara langsung.


Dari sisi organisasi, Kwarcab Pramuka Kabupaten Lumajang mencatat sejumlah capaian. Kwarcab disebut meraih predikat Kwarcab Tergiat 2 se-Jawa Timur pada 2020, sebelum meningkat menjadi Kwarcab Tergiat 1 se-Jawa Timur pada 2025. Organisasi juga mengembangkan bumi perkemahan Pramuka yang dilengkapi unit usaha untuk mendukung kemandirian organisasi.


Sementara itu, Kabid Kepemudaan Dispora Lumajang, Siswo Handoko, berharap kegiatan kepemudaan mampu melahirkan anak muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki karakter dan keberanian untuk berinovasi.


“Semangat untuk Pramuka Lumajang agar generasi muda senantiasa kreatif, disiplin, peduli, serta siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” harapnya.


Dengan basis anggota yang besar dan jaringan organisasi hingga tingkat gugusdepan, Pramuka Lumajang memiliki ruang yang luas untuk membentuk karakter generasi muda. Tantangannya adalah memastikan aktivitas tersebut benar-benar menghasilkan keterampilan, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial yang dapat dirasakan masyarakat.


Sebab, jargon “Tanggap, Unggul, Handal” tidak cukup berhenti sebagai identitas organisasi. Nilai tersebut perlu dibuktikan melalui kegiatan konkret yang membuat anggota Pramuka mampu mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan, sekaligus menjadi generasi yang siap membawa perubahan di daerahnya.

(AR**)