Detik Nusantara Lumajang - Pembangunan ruang kelas baru lantai dua di MI Miftahul, Dusun Tongmaling RT 004/RW 008, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, Lumajang, mendapat dukungan masyarakat. Babinsa bersama warga turun langsung melakukan pengecoran bangunan sebagai bagian dari upaya menambah kapasitas ruang belajar siswa, Senin (10/8/2026).
Babinsa Ranulogong Koramil 0821-07/Randuagung, Sertu Heru Dedianto, bersama warga terlibat dalam sejumlah tahapan pekerjaan. Mulai dari menyiapkan material, mengatur adukan hingga membantu proses pengecoran agar pembangunan berjalan tertib dan lancar.
Pembangunan ruang kelas baru dilakukan karena kebutuhan sarana belajar di madrasah tersebut. Tambahan ruang diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar lebih tertata sekaligus memberikan ruang yang lebih memadai bagi siswa dan tenaga pendidik.
Heru mengatakan keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga sekolah, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Kerja bakti ini merupakan bentuk kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah. Pendidikan merupakan bagian penting dalam membentuk generasi penerus, sehingga keberadaan sarana belajar yang memadai perlu didukung bersama,” katanya.
Ia menambahkan, pekerjaan pembangunan menjadi lebih ringan ketika dilakukan secara bersama-sama. Selain mempercepat pekerjaan, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
“Dengan gotong royong, pekerjaan dapat dilakukan secara lebih ringan dan kebersamaan masyarakat semakin kuat,” lanjutnya.
Kepala MI Miftahul, Mohammada Hafid, mengatakan tambahan ruang kelas menjadi kebutuhan penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Pembangunan lantai dua tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa.
“Pembangunan ruang kelas baru ini sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan adanya ruang tambahan, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan tertata,” ujarnya.
Hafid berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga ruang kelas baru bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa maupun madrasah.
Gotong royong dalam pembangunan ruang kelas itu sekaligus menunjukkan bahwa pemenuhan sarana pendidikan tidak semata bergantung pada pihak sekolah. Keterlibatan warga dan Babinsa menjadi bagian dari dukungan bersama agar kebutuhan ruang belajar dapat dipenuhi.
Dengan bertambahnya ruang kelas, MI Miftahul diharapkan memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang kegiatan belajar. Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam pembangunan menjadi modal sosial untuk menjaga keberlanjutan sarana pendidikan di lingkungan Desa Ranulogong.
(AR**)
