Detik Nusantara Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengklaim sektor pertanian kembali menunjukkan tren kebangkitan. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi petani untuk memastikan dukungan anggaran benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (3/10/2026) malam. Pelantikan dilakukan langsung Ketua DPD HKTI Jawa Timur, H. M. Arum Sabil.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait mengajak HKTI memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah untuk mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus mengembalikan posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur dan nasional.
Ia mengakui, produktivitas padi Jember sempat merosot hingga menempati peringkat empat atau lima dalam beberapa tahun terakhir. Kini, menurutnya, Jember mulai bangkit dan kembali masuk tiga besar daerah penghasil padi.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai capaian tersebut masih perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas, kualitas hasil pertanian, serta dukungan program yang menyentuh kebutuhan petani secara langsung.
Gus Fawait juga menyoroti besarnya dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk sektor pertanian. Ia menyebut, selama periode 2025–2026, alokasi anggaran pertanian khusus untuk Kabupaten Jember mencapai lebih dari Rp300 miliar.
"Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, perhatian pemerintah kabupaten bersama pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen yang sangat besar terhadap sektor pertanian Jember. Komitmen tersebut terbukti secara nyata melalui dukungan kebijakan strategis serta alokasi anggaran yang memadai untuk daerah," ungkapnya.
Besarnya anggaran tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan organisasi petani untuk memastikan program berjalan efektif. Sebab, kucuran dana pembangunan tidak otomatis menyelesaikan persoalan mendasar petani jika tidak diikuti pengawasan, pemerataan manfaat, dan ketepatan sasaran.
Karena itu, Gus Fawait meminta HKTI tidak hanya menjadi organisasi yang mewadahi petani, tetapi juga berperan aktif menjembatani komunikasi antara pemerintah, kelompok tani, dan organisasi pertanian lainnya. HKTI juga didorong proaktif mengakses bantuan serta program pemerintah provinsi maupun pusat agar peluang pendanaan tidak terlewat.
"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Jember secara khusus meminta HKTI untuk memperkuat sinergi dan mempererat jembatan komunikasi antara pemerintah, petani, kelompok tani, serta organisasi pertanian lainnya. Hubungan kemitraan yang solid ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa mendatang," tegas Gus Fawait.
(AR**)