Danramil Kraksaan Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda

Redaksi



Detik Nusantara Probolinggo - Komandan Koramil (Danramil) 0820-12/Kraksaan, Kapten Inf Asto Kuswantoro Aji, bersama sejumlah unsur terkait menghadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-65 yang digelar di Alun-alun Kota Kraksaan, Selasa (1/9/2026).

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kapten Inf Asto Kuswantoro Aji mengatakan, Hari Pramuka tidak sekadar menjadi peringatan berdirinya sebuah organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu dimaknai sebagai upaya memperkuat gerakan pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

“Teknologi memang membuka banyak peluang, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai tantangan. Karena itu, generasi muda membutuhkan karakter yang kuat sebagai benteng utama dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.

Ia menuturkan, generasi muda saat ini hidup di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat. Informasi datang tanpa henti, teknologi berkembang dengan pesat, sementara media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Dalam situasi tersebut, kata dia, pengetahuan dan kecerdasan semata belum cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Generasi muda juga harus memiliki integritas, tanggung jawab, serta ketangguhan dalam mengambil sikap dan menghadapi berbagai persoalan.

“Karena itu, pengetahuan dan kecerdasan saja tidak cukup. Mereka harus memiliki integritas, tanggung jawab, dan ketangguhan,” katanya.

Lebih lanjut, Kapten Inf Asto menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan pendidikan, Pramuka menanamkan nilai-nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, hingga semangat pengabdian.

Menurutnya, cita-cita besar menuju Indonesia Emas sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang saat ini sedang dipersiapkan. Pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi, katanya, tidak akan memiliki arti yang optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang berkarakter kuat.

“Siapa yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas? Jawabannya adalah generasi muda hari ini. Karena itu, membangun generasi muda sama dengan membangun masa depan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Probolinggo yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zain, mengingatkan agar kegiatan kepramukaan tidak dipandang sebatas aktivitas seremonial.

Menurut Fahmi, setiap kegiatan dalam Pramuka mengandung proses pendidikan karakter yang nyata dan berlangsung secara berkelanjutan.

“Ketika seorang Pramuka belajar mendirikan tenda, ia sedang belajar mandiri. Ketika bekerja dalam regu, ia belajar kerja sama. Ketika diberi tugas, ia belajar tanggung jawab. Dan ketika menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan, ia sedang belajar pengabdian,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran dan keteladanan para pembina dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai kepramukaan, menurutnya, akan lebih mudah tertanam apabila para pembina mampu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Fahmi kemudian mengutip filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, *Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani*. Filosofi tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa keteladanan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas.

“Keteladanan menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya.
(BR**)