Detik Nusantara Probolinggo - Pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang sekitar 3 kilometer dari sumber mata air di Dusun Kloangan, Desa Racek, Kecamatan Tiris menuju Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, diklaim telah mencapai progres 85 persen, Sabtu (16/5/2026). Program itu dikebut lantaran krisis air bersih selama ini menjadi persoalan utama warga Dusun Klagin.
Pipanisasi tersebut masuk dalam sasaran fisik program TMMD ke-128 Kodim 0820 Probolinggo. Selama bertahun-tahun, warga Dusun Klagin disebut harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan jaringan pipa, pembangunan bak penampung hingga pengecekan distribusi air ke rumah-rumah warga. Proses pengerjaan dilakukan bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat.
Anggota Satgas TMMD dari Koramil 0820-21/Maron, Peltu Fatur Rohman memastikan pengerjaan terus dipacu agar rampung sesuai target yang telah ditentukan.
“Pipanisasi sudah mencapai 85 persen dan terus akan kita kebut pengerjaan sehingga nanti selesai sesuai target,” Ujarnya.
Meski progres hampir rampung, tantangan di lapangan masih tersisa. Medan yang cukup panjang dan kontur wilayah menjadi kendala dalam proses penyambungan jaringan dari sumber mata air menuju permukiman warga.
Bagi warga Dusun Klagin, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran air bersih dinilai akan memangkas beban harian masyarakat yang selama ini harus mengangkut air dari titik sumber yang jauh, terutama saat musim kemarau.
Program TMMD itu juga menjadi salah satu upaya membuka akses kebutuhan dasar masyarakat desa yang selama ini belum sepenuhnya terpenuhi. Satgas TMMD menilai ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup warga.
Jika seluruh sambungan selesai dan distribusi air berjalan normal, pipanisasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan air bersih di Dusun Klagin. Program itu sekaligus menjadi gambaran kolaborasi antara TNI dan warga dalam pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
(BR**)
