Detik Nusantara Probolinggo — Upaya membangun desa tak lagi sekadar soal pembangunan fisik. Melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0820/Probolinggo mulai mendorong perubahan dari hal yang lebih mendasar: kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Komitmen itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi penanganan sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang digelar di Balai Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan non fisik TMMD tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TP PKK, perangkat desa hingga unsur masyarakat dan Karang Taruna.
Hadir dalam kegiatan itu Sekcam Maron Wawas, Danramil 0820/21 Maron Kapten Arh. Murianto, S.T., M.M., Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Mishul Saudiyah Fitriawati, S.H., M.M., Kepala Pokja III TP PKK Kabupaten Probolinggo Titin Arif, Babinsa Koramil 0820/21 Maron Serma Rustam, Kepala Desa Brabe Sunardi serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan serta pemaparan materi terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan pembuatan Eco Enzyme.
Danramil 0820/21 Maron Kapten Arh. Murianto mengatakan, program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga membangun pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah tangga. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat mampu mengelola sampah dengan benar dan memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sampah rumah tangga kerap dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Mishul Saudiyah Fitriawati menjelaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Ia juga memaparkan proses pengolahan limbah organik menjadi Eco Enzyme melalui proses fermentasi sederhana.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan memanfaatkan sisa kulit buah dan sayuran untuk diolah menjadi cairan multifungsi ramah lingkungan.
Eco Enzyme diketahui memiliki beragam manfaat, mulai dari pembersih lantai, penghilang bau, pembersih saluran air hingga membantu mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, pengolahan limbah organik dinilai mampu menekan pencemaran lingkungan dan mengurangi emisi gas yang muncul dari proses pembusukan sampah.
Kegiatan berlangsung antusias. Warga Desa Brabe tampak aktif mengikuti sesi pelatihan dan diskusi yang diberikan pemateri.
Masyarakat berharap program serupa tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran menjaga lingkungan benar-benar tumbuh di tingkat desa.
(BR**)
