Pangdam V/Brawijaya Tinjau Jembatan Ambunten, Akses Warga Terputus sejak 1998

Redaksi

 


Detik Nusantara Sumenep - Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung meninjau pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Selasa (19/05/2026). Jembatan yang menghubungkan Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur itu dibangun untuk mengakhiri keterisolasian warga yang selama hampir tiga dekade terdampak putusnya akses penghubung sejak 1998.


Pangdam bersama rombongan tiba di lokasi menggunakan Helikopter Bell 412 dan disambut jajaran Forkopimda, aparat desa, hingga warga setempat. Selain mengecek progres pembangunan jembatan, Pangdam juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan kepada anak yatim.


Pembangunan jembatan tersebut menjadi sorotan karena menyangkut akses vital warga pedesaan yang selama ini bergantung pada jalur darurat setelah jembatan lama roboh akibat bencana. Kondisi itu memaksa warga memutar jauh bahkan menyeberangi sungai untuk membawa hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.


Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rudy Saladin memuji keterlibatan Kodim 0827/Sumenep, pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai proyek itu menjadi contoh gotong royong lintas sektor untuk membuka keterisolasian desa.


“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Dandim bersama jajaran serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Ini bentuk gotong royong yang luar biasa demi membuka akses dan membantu kehidupan masyarakat desa,” katanya.


Menurut Pangdam, keberadaan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut perputaran ekonomi masyarakat desa. Ia menyebut akses yang lebih mudah akan berdampak langsung terhadap distribusi hasil pertanian, mobilitas warga hingga aktivitas harian masyarakat.


“Tujuan pembangunan jembatan ini untuk memudahkan akses dan konektivitas antar desa. Dari sisi ekonomi tentu sangat membantu pengangkutan hasil pertanian, pupuk hingga mendukung aktivitas sehari-hari warga,” ujarnya.


Di sisi lain, pembangunan jembatan juga memunculkan pertanyaan mengapa akses vital warga baru mendapat perhatian serius setelah puluhan tahun terputus. Selama ini masyarakat Ambunten harus hidup dengan keterbatasan infrastruktur yang memengaruhi aktivitas ekonomi dan keselamatan warga saat melintasi sungai.


Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada mengakui pembangunan jembatan menjadi solusi atas persoalan lama yang dihadapi masyarakat sejak jembatan bambu penghubung roboh pada 1998.


“Jembatan ini nantinya memangkas waktu perjalanan warga sekaligus mengurangi risiko saat menyeberangi sungai. Selama puluhan tahun masyarakat mengalami keterbatasan akses setelah jembatan lama roboh akibat bencana,” tuturnya.


Ia menambahkan mayoritas warga di wilayah tersebut bekerja sebagai petani dan peternak. Karena itu, keberadaan jembatan dinilai akan memangkas biaya distribusi dan mempercepat mobilitas hasil produksi masyarakat.


“Dengan adanya jembatan, aktivitas ekonomi masyarakat akan jauh lebih mudah, aman dan efisien,” katanya.


Turut hadir dalam kegiatan itu Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin, Kajari Sumenep Nislianudin, jajaran Forkopimka Ambunten, kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

(DN**)