Detik Nusantara Pasuruan - Pemerintah Kota Pasuruan kembali menorehkan capaian membanggakan dengan masuk tiga besar kandidat Kota Ramah Lansia Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam penilaian tersebut, Kota Pasuruan bersaing dengan Kota Malang dan Kota Surabaya.
Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri Provinsi Jawa Timur yang diterima langsung Wali Kota Adi Wibowo di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Pasuruan, Selasa (12/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, wali kota didampingi Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Wakil Ketua I TP PKK, kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan Karang Werda dan komunitas lansia.
Dalam sambutannya, Adi Wibowo mengatakan keberhasilan Kota Pasuruan menembus tiga besar merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang selama ini berjalan aktif.
“Keberhasilan Kota Pasuruan masuk tiga besar ini bukan kerja satu pihak, tetapi hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan komunitas lansia yang selama ini aktif bergerak bersama,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan program untuk lansia akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pembentukan Komisi Daerah (Komda) Lansia guna memperkuat perlindungan dan pemberdayaan warga lanjut usia.
“Kami terus memperkuat kelembagaan melalui pembentukan Komisi Daerah Lansia agar perlindungan dan pemberdayaan lansia semakin terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Program Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) turut menjadi perhatian dalam proses penilaian. Program tersebut kini berkembang di berbagai wilayah Kota Pasuruan dan dinilai memberi ruang bagi lansia untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial.
“Program SELANTANG ini bukan hanya pendidikan bagi lansia, tetapi ruang untuk menjaga semangat hidup agar mereka tetap mandiri, aktif, dan produktif,” tambahnya.
Adi menyebut program tersebut bahkan mulai dijadikan percontohan oleh sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Selain itu, meningkatnya angka harapan hidup menjadi 75,19 tahun disebut sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan lansia di Kota Pasuruan.
Pemerintah Kota Pasuruan juga terus memperkuat layanan publik ramah lansia melalui posyandu, puskesmas, layanan home care, ambulans gratis, hingga taman lansia sebagai ruang interaksi sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa lansia di Kota Pasuruan tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih bahagia dan tetap memiliki ruang untuk berdaya,” tegasnya.
Kegiatan penilaian tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapperida, perangkat daerah terkait, seluruh camat, serta unsur komunitas dan organisasi lansia.
Dukungan juga datang dari Karang Werda dan komunitas Indonesia Ramah Lansia (IRL) Kota Pasuruan yang selama ini terlibat dalam pengembangan program lansia di daerah tersebut.
Dengan berbagai inovasi dan capaian yang telah dijalankan, Pemerintah Kota Pasuruan optimistis mampu meraih hasil terbaik dalam penilaian Kota Ramah Lansia Tahun 2026.
“Kami tidak hanya mengejar penilaian, tetapi memastikan kebijakan ini benar-benar berdampak bagi kesejahteraan lansia di Kota Pasuruan,” tutup Adi Wibowo.
(MK**)
