Rutan Kraksaan Dorong Pembinaan Spiritual, Warga Binaan Perempuan Diajak Untuk Berbenah Diri

2

 


Detik Nusantara Probolinggo – Di balik dinding pembatas yang kerap diasosiasikan dengan hukuman, suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan (Rutan) Kraksaan. Sejumlah warga binaan perempuan mengikuti pengajian dalam suasana hening, menghadirkan ruang refleksi yang jarang terlihat dalam rutinitas keseharian mereka.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian yang secara rutin digelar sebagai upaya membentuk karakter sekaligus memperkuat dimensi spiritual warga binaan. Tidak sekadar seremonial, pengajian ini diarahkan untuk menyentuh sisi personal—tempat di mana perubahan kerap bermula.


Materi yang disampaikan menitikberatkan pada proses memperbaiki diri, melatih kesabaran, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih terarah ke depan, Jum'at (27/3/2026).


Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menilai bahwa pendekatan spiritual memiliki posisi strategis dalam proses pembinaan. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku tidak cukup hanya melalui aturan dan pengawasan, tetapi harus bertumpu pada kesadaran internal.


“Pengajian ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk melihat kembali diri mereka. Dari situ diharapkan muncul keinginan untuk berubah, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Senada dengan itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, M. Yasin, menyebut bahwa pembinaan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Menurutnya, dimensi kerohanian justru menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan mental warga binaan, khususnya perempuan.


“Kami berupaya memastikan bahwa pembinaan menyentuh sisi yang lebih mendalam. Ketika batin lebih tenang, mereka akan lebih siap menjalani masa pidana dan menatap masa depan dengan cara yang berbeda,” katanya.


Kegiatan berlangsung tertib dengan partisipasi aktif dari para peserta. Bagi sebagian warga binaan, momen ini menjadi jeda dari rutinitas sekaligus kesempatan untuk membangun kembali harapan yang sempat terputus.


Rutan Kraksaan sendiri menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan yang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai bagian dari fungsi pemasyarakatan, tetapi juga sebagai upaya nyata mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan identitas yang lebih utuh.

(BR**)