Akses ke Madakaripura Tertutup Longsor, Dandim 0820 Probolinggo Tinjau Langsung Lokasi

2


Detik Nusantara Probolinggo – Longsor yang memutus akses jalan penghubung desa sekaligus jalur menuju objek wisata Air Terjun Madakaripura di Dusun Genteng, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, langsung mendapat perhatian sejumlah pihak. Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi pascabencana, Sabtu (28/3/2026).


Kunjungan tersebut tidak sekadar peninjauan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memetakan situasi riil di lapangan serta mengoordinasikan penanganan lanjutan di wilayah terdampak.


Menurut Dandim, hingga saat ini akses jalan utama masih terganggu, sehingga berdampak langsung terhadap mobilitas warga serta aktivitas menuju kawasan wisata Madakaripura yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi lokal.


“Jalur ini cukup vital, bukan hanya untuk warga, tetapi juga untuk sektor pariwisata. Penanganan harus dilakukan cepat dan terkoordinasi agar dampaknya tidak meluas,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa respons cepat menjadi kunci dalam mengurangi risiko lanjutan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana susulan. Selain itu, keterlibatan lintas sektor dinilai penting agar proses pemulihan dapat berjalan efektif.


Kehadiran jajaran TNI di lokasi, lanjutnya, merupakan bagian dari peran teritorial yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.


“Ini bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap kesulitan yang dihadapi warga bisa segera ditangani bersama,” katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan akses jalan tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata. Dalam konteks wilayah seperti Lumbang, jalur tersebut memiliki fungsi strategis, baik sebagai penghubung antarwilayah maupun sebagai akses ekonomi masyarakat.


Karena itu, percepatan perbaikan menjadi hal yang mendesak agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.


Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Potensi bencana seperti longsor dan banjir masih terbuka, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil.


“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga. Cuaca masih sulit diprediksi, sehingga kewaspadaan menjadi hal penting untuk menghindari risiko yang lebih besar,” tuturnya.


Upaya penanganan saat ini terus dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, dengan harapan akses yang terdampak dapat segera dipulihkan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti semula.

(BR**)