Detik Nusantara Probolinggo – Polres Probolinggo menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Suraji (40), petugas keamanan Artotel Hotel yang menjadi korban saat membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (15/10/2026). Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi keluarga serta pihak-pihak yang selama ini mengenalnya. Polres Probolinggo turut menyampaikan penghormatan atas kepedulian almarhum yang terlibat dalam upaya membantu penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Sebelum meninggal dunia, Suraji sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sukapura dan RSUD Tongas, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selama almarhum menjalani perawatan, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar bersama sejumlah anggota juga sempat menjenguknya. Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril kepada almarhum dan keluarganya di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Jenazah Suraji dimakamkan pada Jumat (23/10/2026) di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, unsur pemerintah, pengelola TNBTS, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Lumbang, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa Apriantoro, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Suraji. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Suraji. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Widy menyampaikan pesan Kapolres.
Lebih lanjut, Widy menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah juga menjadi bagian penting dari pengabdian kepolisian. “Polri akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan tetapi juga memberikan dukungan dan kepedulian ketika masyarakat menghadapi musibah maupun situasi sulit,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Polres Probolinggo untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendampingan dan kepedulian dalam berbagai keadaan.
Selain menyampaikan belasungkawa, Polres Probolinggo mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Dalam setiap upaya pemadaman, keselamatan personel dan masyarakat harus menjadi prioritas. Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan kewaspadaan serta kerja sama berbagai pihak untuk mencegah jatuhnya korban dan melindungi kawasan hutan dari kerusakan lebih lanjut.
(BR**)
