Razia Narkoba Digelar di Rutan Kraksaan, Seluruh Warga Binaan Jalani Tes Urine

2

 


Detik Nusantara Probolinggo — Peredaran narkoba di dalam rumah tahanan menjadi perhatian aparat penegak hukum. Satresnarkoba Polres Probolinggo bersama petugas Rutan Kelas IIB Kraksaan menggelar razia dan tes urine terhadap seluruh warga binaan, Senin (21/9/2026).

Pemeriksaan dilakukan dengan menyasar warga binaan yang berstatus narapidana maupun tahanan. Petugas juga memeriksa sejumlah area di dalam rutan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Langkah tersebut dilakukan sebagai deteksi dini sekaligus upaya mencegah Rutan Kraksaan menjadi titik masuk maupun peredaran gelap narkotika. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap warga binaan yang berada di dalam rutan.

Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo Iptu Darmawan mengatakan, hasil pemeriksaan tidak menemukan benda terlarang maupun barang yang dibatasi dan berpotensi memicu gangguan keamanan.

“Tidak ditemukan benda terlarang maupun barang yang dibatasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan. Semua dalam keadaan aman,” ujar Darmawan.

Tak berhenti pada pemeriksaan kamar dan area rutan, petugas kemudian melakukan tes urine terhadap seluruh warga binaan. Hasilnya, seluruh warga binaan yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif narkoba.

Darmawan menegaskan, pemeriksaan semacam itu akan terus dilakukan melalui koordinasi antara kepolisian dan jajaran pemasyarakatan. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika membutuhkan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan pihak Rutan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba,” katanya.

Dia menambahkan, pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Polres Probolinggo, lanjut Darmawan, akan terus mendukung langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba bersama jajaran pemasyarakatan.

“Pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pencegahan narkoba harus dilakukan bersama dan berkelanjutan,” tegasnya.

(BR**)