Detik Nusantara Probolinggo – Kepolisian tak hanya berfokus pada persoalan keamanan saat turun ke tengah masyarakat. Di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, polisi menyambangi petani sekaligus membuka ruang dialog terkait kondisi pertanian dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Kegiatan itu dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Kulon, Bripka J Sirait, di kawasan pertanian Jalan Progo RT 03/RW 03, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melihat langsung aktivitas warga sekaligus menggali informasi mengenai situasi lingkungan.
Dalam dialog itu, Bripka Sirait menyampaikan pesan kamtibmas kepada para petani. Polisi juga mendorong warga tetap berperan dalam mendukung program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah.
Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dj, S.H. mengatakan, komunikasi langsung dengan petani penting agar kepolisian tidak hanya menerima informasi dari laporan formal, tetapi mengetahui kondisi masyarakat secara lebih dekat.
“Komunikasi langsung dengan petani penting untuk mengetahui kondisi dan berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan,” ujar Hari.
Menurutnya, persoalan yang muncul dalam kegiatan pertanian dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk penyuluh pertanian. Pola tersebut diharapkan membuat persoalan warga lebih cepat teridentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Kami mengajak para petani untuk terus mendukung program ketahanan pangan. Jika ada kendala maupun masukan terkait pertanian, silakan disampaikan kepada Bhabinkamtibmas agar dapat kami koordinasikan dengan penyuluh pertanian,” katanya.
Selain sektor pertanian, kepolisian juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan keamanan lingkungan. Masyarakat diminta ikut mengenali potensi gangguan kamtibmas dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Hari menegaskan, menjaga lingkungan tetap aman bukan semata-mata tugas polisi. Keterlibatan warga dibutuhkan karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya.
“Masyarakat juga kami imbau segera melapor apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Laporan dapat disampaikan kepada Bhabinkamtibmas setempat maupun melalui layanan Polisi 110. Saluran tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menyampaikan informasi sehingga petugas dapat melakukan tindak lanjut lebih cepat.
“Bisa menghubungi Bhabinkamtibmas atau layanan Polisi 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” lanjut Hari.
Sambang ke kawasan pertanian ini menempatkan Bhabinkamtibmas bukan sekadar sebagai petugas keamanan, tetapi juga sebagai penghubung komunikasi antara masyarakat dengan instansi yang memiliki kewenangan menangani persoalan di lapangan.
Bagi petani, ruang komunikasi semacam itu menjadi penting ketika persoalan pertanian tidak dapat diselesaikan sendiri. Sementara bagi kepolisian, informasi langsung dari warga dapat menjadi bahan untuk membaca situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan rutin. Komunikasi antara petugas dan masyarakat perlu terus berjalan agar persoalan pertanian, keamanan, maupun kebutuhan koordinasi lainnya dapat segera diketahui dan ditangani sesuai bidangnya.
Dengan pendekatan dialogis, kepolisian berupaya membangun keterlibatan warga dalam dua hal sekaligus: menjaga kondusivitas lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
(BR**)
