Resmikan Rute Jember–Surabaya, Bupati Fawait Pasang Target Bandara Jadi Gerbang Ekonomi Baru

Redaksi

 


Detik Nusantara Jember - Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan penerbangan perdana rute Jember–Surabaya yang dilayani maskapai Wings Air, Minggu (1/6). Pembukaan rute ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas Bandara Jember sekaligus memperluas konektivitas daerah yang selama ini dinilai masih terbatas.


Peluncuran yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila tersebut dimanfaatkan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait untuk memaparkan ambisi besar pengembangan Bandara Jember. Menurutnya, bandara itu tidak hanya diproyeksikan melayani penerbangan domestik jarak dekat, tetapi juga menjadi pintu penghubung menuju berbagai kota besar di Indonesia hingga akses ke luar negeri.


"Ini bukan hanya urusan Jember ke Surabaya. Tapi ini adalah urusan Jember ke seluruh kota di Indonesia dan bahkan ke beberapa negara seperti Kuala Lumpur," ujar Gus Fawait.


Ia menilai salah satu potensi yang dapat menopang keberlangsungan jalur penerbangan tersebut adalah tingginya jumlah jemaah umrah asal Jember. Dengan adanya konektivitas udara yang lebih baik, masyarakat disebut akan lebih mudah mengakses penerbangan lanjutan menuju Arab Saudi.


"Jemaah umrah Jember adalah yang terbanyak di Jawa Timur. Konektivitas ini akan mempermudah masyarakat yang mau beribadah ke Tanah Suci melalui penerbangan direct Jember–Surabaya, lalu melanjutkan ke Makkah, Jeddah, atau Madinah," katanya.


Di tengah optimisme itu, Pemkab Jember masih menghadapi tantangan lain, yakni memastikan tingkat keterisian penumpang dan keterjangkauan harga tiket. Sebab, keberhasilan sebuah bandara tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi juga konsistensi aktivitas penerbangannya.


Gus Fawait mengakui layanan penerbangan yang baru dibuka tersebut masih dalam tahap uji coba. Karena itu, pemerintah daerah masih mengkaji skema tarif yang dianggap sesuai dengan kemampuan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan operasional maskapai.


"Terkait harga, ini kan masih uji coba. Nanti kita pasti akan cari skema yang pas. Untuk Jember–Surabaya, biarkan berjalan dulu. Pada prinsipnya kami berikhtiar agar semua warga Jember bisa menikmati penerbangan ini," tuturnya.


Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyoroti status Bandara Jember yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keunikan tersendiri karena bandara milik Pemkab Jember disebut sebagai satu-satunya bandara di Jawa Timur yang berada di bawah pengelolaan pemerintah kabupaten.


Ia berharap optimalisasi bandara tidak berhenti pada pembukaan rute baru semata, melainkan mampu menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan menekan angka kemiskinan di Jember.


 "Ini bentuk komitmen kami untuk membuat Jember lebih sejahtera melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, dan penurunan angka kemiskinan," tegasnya.


Meski demikian, efektivitas kebijakan tersebut masih akan diuji oleh respons pasar. Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara serta kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan rute penerbangan akan menjadi faktor penentu apakah Bandara Jember benar-benar mampu bertransformasi menjadi gerbang ekonomi baru bagi wilayah tapal kuda.

(AR**)