Detik Nusantara Probolinggo - Rutan Kraksaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) sebagai langkah penemuan kasus aktif Tuberkulosis (TBC) pada warga binaan. Program ini difokuskan pada deteksi dini sekaligus upaya pencegahan potensi penularan di dalam lingkungan pemasyarakatan, Senin (22/06).
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa pelaksanaan skrining tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam memastikan akses layanan kesehatan yang layak bagi seluruh warga binaan. Ia menilai bahwa aspek pencegahan penyakit menular, khususnya TBC, tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga stabilitas kesehatan di dalam rutan.
“Pemeriksaan ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau. Deteksi dini terhadap penyakit menular seperti TBC sangat penting agar potensi penyebaran dapat dicegah sejak awal, sehingga lingkungan rutan tetap dalam keadaan sehat dan terkendali,” ujarnya.
Dari sisi tenaga kesehatan, Wasor TB Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Sulistiani Trisnoharini, S.Kep., Ns., melihat kegiatan ACF sebagai instrumen strategis dalam memperkuat program eliminasi TBC. Menurutnya, pendekatan aktif memungkinkan identifikasi kasus dilakukan lebih cepat dan lebih sistematis, terutama pada populasi rentan seperti warga binaan pemasyarakatan.
“Melalui ACF, kami dapat melakukan penapisan secara lebih proaktif. Ini bukan hanya soal menemukan kasus, tetapi juga memastikan rantai penularan dapat diputus sedini mungkin di lingkungan tertutup seperti rutan,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan bahwa seluruh warga binaan yang mengikuti skrining dinyatakan tidak terindikasi TBC. Temuan ini sekaligus memberikan gambaran bahwa kondisi kesehatan di Rutan Kraksaan berada dalam situasi yang relatif stabil.
Lebih jauh, hasil tersebut memperkuat komitmen Rutan Kraksaan di bawah Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur dalam menjaga kualitas layanan kesehatan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan terbebas dari risiko penularan penyakit menular, khususnya TBC.
(BR**)
