Detik Nusantara Sumenep - Kapolresta Sumenep Ariek Indra Sentanu memilih turun langsung ke tengah aktivitas warga untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Melalui program Polisi Menyapa, ia mendatangi Pasar Anom, Rabu (21/10/2026), dan berdialog langsung dengan pedagang maupun pembeli.
Ariek bersama sejumlah personel Polresta Sumenep menyusuri kawasan pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah keramaian, mereka menyapa pedagang, berbincang dengan pembeli, sekaligus mendengarkan berbagai keluhan dan masukan warga.
Menurut Ariek, interaksi langsung di ruang publik diperlukan agar polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan. Pasar, kata dia, menjadi salah satu tempat strategis untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus menyerap informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Polisi Menyapa menjadi cara humanis untuk menyerap aspirasi langsung dari pusat ekonomi rakyat,” ujar Ariek.
Ia mengatakan, komunikasi dengan pedagang dan pengunjung pasar juga diarahkan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan. Kondisi pasar yang aman dan tertib dinilai ikut memengaruhi kelancaran aktivitas perdagangan serta kenyamanan masyarakat.
“Kami ajak warga kompak menciptakan pasar yang aman, tertib dan nyaman agar perputaran ekonomi lancar,” katanya.
Ariek menilai pendekatan yang lebih terbuka dapat membantu mengurangi jarak antara kepolisian dan masyarakat. Warga diharapkan merasa lebih nyaman menyampaikan informasi maupun persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Bagi kepolisian, informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas. Karena itu, komunikasi tidak hanya dilakukan melalui forum resmi, tetapi juga dengan mendatangi langsung ruang-ruang yang menjadi tempat warga beraktivitas.
“Polisi bersama masyarakat bukan hanya jargon, tapi harus hadir nyata di tengah warga,” tegasnya.
Kehadiran Kapolresta di Pasar Anom juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dengan komunikasi yang berlangsung langsung dan terbuka, polisi berharap persoalan kamtibmas dapat diketahui lebih cepat. Di sisi lain, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan dan informasi tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.
(DP**)
