Detik Nusantara Probolinggo – Upaya menjaga produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Sumberasih terus dilakukan jajaran Polsek Sumberasih, Polres Probolinggo Kota. Polisi turun langsung memantau perkembangan tanaman jagung di lahan seluas tiga hektare milik petani di Dusun Krajan, Desa Lemah Kembar, Rabu (9/9/2026).
Pemantauan dilakukan Brigpol Beni terhadap lahan milik Madrais yang menjadi salah satu lokasi binaan kepolisian dalam program pendampingan sektor pertanian. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi tanaman dan perkembangan budidaya menjelang masa panen.
Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 29 Juli 2026. Jika pertumbuhannya berjalan sesuai perkiraan, tanaman diproyeksikan memasuki masa panen pada 28 Oktober 2026.
Selain mengecek kondisi tanaman, Brigpol Beni berdialog dengan pemilik lahan dan kelompok tani. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan budidaya sekaligus menggali persoalan yang mungkin dihadapi petani selama masa tanam hingga menjelang panen.
Dari hasil pemantauan, kondisi tanaman jagung sejauh ini terpantau baik dan belum ditemukan kendala berarti. Pengelolaan lahan juga disebut berjalan sesuai perkembangan yang diharapkan, dengan situasi di lokasi berlangsung aman dan kondusif.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengatakan keterlibatan personel dalam pendampingan pertanian merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap masyarakat, khususnya dalam mendorong ketahanan pangan.
“Pendampingan kepada petani merupakan bagian dari upaya kami mendukung program ketahanan pangan. Anggota kami dorong untuk aktif berkomunikasi dengan masyarakat dan ikut memantau perkembangan lahan pertanian binaan,” ujar Sugeng.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan petani penting agar perkembangan lahan dapat diketahui sejak dini. Jika muncul persoalan dalam proses budidaya, informasi tersebut diharapkan bisa segera disampaikan dan dikoordinasikan.
“Dengan komunikasi yang baik, perkembangan lahan bisa terus diketahui dan apabila ada kendala dapat segera dikoordinasikan. Kami berharap proses budidaya berjalan optimal sampai masa panen,” katanya.
Sugeng berharap tanaman jagung yang kini memasuki masa pertumbuhan tersebut dapat menghasilkan produksi maksimal saat panen. Hasilnya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik lahan, tetapi juga ikut menopang ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Pendampingan kepolisian pun diarahkan untuk menjaga komunikasi dengan petani hingga masa panen. Dengan pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman dan potensi kendala di lapangan dapat diketahui lebih cepat.
(BR**)
