Detik Nusantara Probolinggo - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah fluktuasi harga pangan yang masih terjadi di sejumlah daerah. Program tersebut juga diarahkan untuk mengendalikan inflasi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Melalui kegiatan ini, warga dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasar. Sejumlah komoditas yang dijual antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula telur ayam ras Rp22.000 per paket, daging ayam ras Rp30.000 per paket, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, dan cabai Rp5.000 per paket berisi 200 gram.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan berkualitas.
"Pasar murah merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Khofifah.
Menurutnya, komoditas yang disediakan dalam setiap pelaksanaan pasar murah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut juga dinilai efektif sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah karena mampu menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Khofifah juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, distributor hingga pelaku usaha.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo Kuswadi menyatakan pihaknya turut mendukung upaya pengendalian inflasi melalui sejumlah program, termasuk penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Pada tahun 2026, Bulog Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan pangan kepada 28.368 penerima di Kota Probolinggo. Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang diberikan sekaligus untuk alokasi dua bulan.
Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Kuswadi memastikan bantuan yang disalurkan telah memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang ditetapkan pemerintah.
"Bantuan pangan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, membantu mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kota Probolinggo," kata Kuswadi.
Program pasar murah dan bantuan pangan tersebut menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung.
(BR**)
