Detik Nusantara Probolinggo – Upaya memulihkan akses yang terputus akibat bencana di wilayah Kecamatan Lumbang terus dipercepat. Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, turun langsung meninjau pembangunan jembatan Bailey di Dusun Genteng, Desa Negororejo, Kamis (9/4/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan lapangan sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target. Jembatan darurat ini dikerjakan oleh personel gabungan dari Yonzipur 5/ABW dan Yon TP 836/BY, dengan melibatkan puluhan prajurit di lapangan.
Menurut Dandim, keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan Bailey bukan sekadar respons teknis, melainkan bentuk komitmen dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan akses yang tinggi.
“Pembangunan ini menjadi langkah penting untuk membuka kembali jalur yang sebelumnya terputus akibat bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan dilakukan seiring dengan langkah pemerintah daerah dalam memulihkan konektivitas wilayah terdampak. Pembukaan akses jalan dan pemasangan jembatan darurat menjadi prioritas untuk memastikan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dapat kembali berjalan.
Dalam proses tersebut, Kodim 0820/Probolinggo berperan aktif melalui koordinasi lintas sektor bersama BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Penggunaan alat berat serta pengerjaan konstruksi dilakukan secara terintegrasi di lapangan.
“Langkah ini kami lakukan melalui koordinasi intensif agar penanganan bisa berjalan cepat dan tepat,” kata Ribut Yodo Apriantono.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan jembatan Bailey memiliki fungsi vital bagi masyarakat setempat. Jalur tersebut menjadi penghubung utama untuk berbagai aktivitas, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Karena itu, pengerjaan jembatan dilakukan dengan pola kerja terpadu, mengedepankan kedisiplinan serta semangat gotong royong agar dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
“Seluruh personel bekerja secara terkoordinasi dan penuh dedikasi, sehingga pembangunan ini diharapkan segera selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Dengan percepatan pembangunan tersebut, diharapkan akses yang sempat terputus dapat segera pulih, sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal dan roda perekonomian di wilayah terdampak bisa bergerak kembali.
(BR**)

