Detik Nusantara Probolinggo - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Rutan Kraksaan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Jawa Timur menggelar apel siaga yang dirangkai dengan razia gabungan. Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan unsur eksternal sebagai bagian dari penguatan pengawasan.
Sejumlah personel dari Polsek Kraksaan dan anggota TNI dari Koramil 0820/12 Kraksaan turut ambil bagian. Kehadiran mereka menandai upaya membangun koordinasi lintas institusi dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam lingkungan rumah tahanan—sebuah ruang yang, menjelang momentum hari besar, kerap mengalami peningkatan sensitivitas.
Selepas apel, perhatian langsung diarahkan pada blok hunian warga binaan. Razia dilakukan secara menyeluruh, menyisir kamar-kamar untuk memastikan tidak ada barang yang berpotensi mengganggu ketertiban. Pada saat yang sama, petugas gabungan juga melaksanakan tes urine terhadap sepuluh warga binaan yang dipilih secara acak. Langkah ini tampak sederhana, namun memiliki makna strategis: deteksi dini terhadap kemungkinan pelanggaran yang tidak selalu kasatmata.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menekankan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ada komitmen yang ingin ditegaskan—bahwa pengawasan tidak boleh melemah, terlebih ketika dinamika internal berpotensi berubah menjelang hari raya.
Dalam pelaksanaan razia, petugas menemukan sejumlah barang yang semestinya tidak berada di dalam kamar hunian. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, M. Azis Yulianto, merinci temuan tersebut, mulai dari alat cukur, sendok dan garpu logam, hingga benda-benda kecil seperti pinset, paku, dan korek api ilegal. Bahkan botol parfum berbahan kaca dan uang koin pun tidak luput dari pengamanan. Temuan ini, dalam batas tertentu, menunjukkan bahwa potensi gangguan sering kali hadir dalam bentuk yang tampak sepele.
Di sisi lain, hasil tes urine terhadap seluruh sampel warga binaan menunjukkan hasil negatif. Ini memberi indikasi bahwa, setidaknya pada saat pemeriksaan dilakukan, tidak ditemukan penyalahgunaan narkoba di antara mereka yang diperiksa.
Kegiatan ini, pada akhirnya, bukan hanya soal menemukan atau tidak menemukan pelanggaran. Ia lebih dekat pada upaya menjaga keseimbangan—antara kontrol dan pencegahan, antara kewaspadaan dan stabilitas. Dalam konteks menjelang Idul Fitri, upaya semacam ini menjadi penting, bukan hanya untuk memastikan keamanan tetap terjaga, tetapi juga untuk merawat kondisi yang memungkinkan suasana tetap tertib dan kondusif di dalam rutan.
(BR**)
