Detik Nusantara Probolinggo – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir dilakukan melalui kegiatan kerja bakti dalam program “Gerakan Gotku Resik” di RT 03 dan RT 04, RW 07, Perum Pakistaji, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (05/03/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur TNI-Polri, pemerintah kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat. Mereka bergotong royong membersihkan saluran air dari sampah dan endapan tanah yang selama ini berpotensi menghambat aliran air.
Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris BPBD Kota Probolinggo Dedi Kristamtama, Lurah Pakistaji Solehudin Ayub, Babinsa Pakistaji Sertu I Nengah, Bhabinkamtibmas Pakistaji Bripda Rian, perangkat kelurahan, Ketua RT 03 dan RT 04 RW 07, empat personel BPBD, lima anggota Pok Pormalis, serta warga sekitar.
Babinsa Pakistaji, Sertu I Nengah, menjelaskan bahwa kegiatan Gotku Resik tidak sekadar kerja bakti biasa. Menurutnya, pembersihan saluran air dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi luapan air yang bisa memicu banjir ketika curah hujan meningkat.
Ia mengatakan, tumpukan sampah dan sedimentasi kerap menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase di lingkungan permukiman. Karena itu, pembersihan rutin menjadi langkah penting agar fungsi saluran tetap berjalan dengan baik.
“Selain untuk mencegah banjir, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat. Genangan air kotor bisa memicu berbagai penyakit, sehingga kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, Sertu I Nengah menilai kegiatan tersebut juga memiliki nilai sosial yang kuat. Menurutnya, kerja bakti seperti ini menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menjaga tradisi gotong royong.
Melalui kegiatan Gotku Resik, diharapkan kebersamaan antara aparat dan masyarakat semakin kuat. Sinergi tersebut dinilai penting agar upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah Perum Pakistaji.

